Belum Kantongi Izin, Warung Bulan Disegel

  • 01 Agustus 2017
BELUM KANTONGI IZIN, WARUNG BULAN DISEGEL

Warung Bulan (WB) yang berlokasi di Banjar Ganjan, Kelurahan Bebalang, Kecamatan/Kabupaten Bangli yang menyediakan fasilitas karaoke disegel petugas Satpol PP Kab. Bangli, Sabtu (29/7). Penyegelan dilakukan lantaran Warung Bulan yang rencana launching, Jumat (28/7) siang, belum mengantongi izin.

                   Sekretaris Satpol PP dan Damkar Kab. Bangli I Dewa Agung Putra Suryadarma menjelaskan, pemilik WB, I Nengah Nuriada, awalnya menyampaikan akan membangun gudang. Karena yang bersangkutan memiliki usaha konveksi, masyarakat sekitar setuju. Persetujuan tersebut untuk mengurus izin mendirikan bangunan (IMB).

                   “Dalam perjalanannya, gudang malah berubah menjadi warung dengan fasilitas hiburan,” kata Dewa Agung Putra Suryadarma. Pengelola berencana melaunching WB jumat siang dengan mengundang prajuru banjar setempat. Prajuru yang memang berencana tidak menghadiri launching kemudian menghubungi petugas Satpol PP.

                   “Setelah mendapat informasi, kami mendahului ke lokasi, sebelum launching dimulai. Sebelumnya warga setempat sudah melaksanakan paruman terkait keberadaan warung tersebut,” imbuh Pak Dewa Agung.

                   Dilokasi, petugas Satpol PP tidak bertemu dengan pemilik warung, yang ada hanya pengelola. Petugas memberikan arahan agar warung tersebut tidak beroperasi karena belum mengantongi izin. Dikhawatirkan keberadaan warung menimbulkan hal negatif. Pengelola bersedia utuk tidak mengoperasikan warungnya, kemudian petugas meninggalkan lokasi.

                   Namun malam hari petugas kembali mendapat informasi bila WB kebali buka. Alhasil petugas kembali mendatangi warung yang ada di Banjar Gancan. Personel Polsek dan Polres Bangli juga turun ke lokasi. Sempat ada argumen antara petugas dan pengelola. Pengelola awalnya bersikukuh minta warung tetap buka, dan warung tersebut hanya menjual mie instan.

                   “Sempat menolak untuk tutup, tapi akhirnya pengelola sepakat untuk tidak beroperasi. Penyegelan sudah disepakati malam itu. Petugas memasang tanda segel sabtu pagi,” tutur Pak Dewa Agung.

  • 01 Agustus 2017

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita